Skip to main content

8 Teknik Budidaya Ikan Lele Yang Sangat Menguntungkan

Teknik Bisnis Budidaya Ikan Lele


Ikan lele merupakan hewan air tawar yang sangat diminati oleh orang-orang Indonesia. Sehingga penjualan ikan lele baik itu mentah ataupun tinggal makan sangat laris di pasaran. Oleh karena itu banyak orang yang melirik bisnis budidaya ikan lele. Kendala bagi seorang pemula yang baru ingin beternak ikan lele adalah ketidaktahuannya bagaimana cara membudidayakannya.

Ternyata berbisnis dengan membudidayakan lele sangat menguntungkan. Selain laku di pasaran, membudidayakan ikan lele juga ternyata sangat mudah. Mulai mencari bibitnya sampai membuat tempat penampungannya dapat dilakukan dengan mudah. Untuk mencari indukannya bisa dilakukan dengan memancing ataupun menjaring dan untuk kolamnya bisa dibuat di tanah galian yang cukup dalam dan juga luas.

Baca juga: 5 Daftar Bisnis Online Tanpa Modal

Walaupun beternak lele terbilang cukup mudah, tapi kamu tidak boleh asal melakukannya. Karena sesuatu yang dilakukan tanpa dibarengi oleh ilmu pasti hasilnya akan mengecfewakan. Oleh karena itu kamu bisa lihat tips ataupun teknik budidaya ikan lele di bawah ini yang dikutip oleh jurnal.id, yang dapat kamu praktekan sendiri di pekarangan rumahmu.

Teknik Bisnis Budidaya Ikan Lele Menguntungkan

1. Persiapkan Kolam Lele

persiapkan kolam lele


Ternak ikan lele tidak dapat dilakukan apabila tidak adanya kolam. Oleh karena itu sebelum kamu memulai budidaya lele, siapkan terlebih dahulu kolam dengan ukuran lumayan besar dan bisa terbuat dari tanah, terpal, ataupun semen. Yap lele merupakan ikan dengan daya tahan terhadap lingkungannya tinggi, sekalipun dia hidup di kolam yang keruh karena tanahpun lele masih dapat hidup. Oh saya perlu kamu ingat, setelah membuat kolam yang nantinya akan diisi oleh lele sebaiknya jangan langsung memasukkan bibit lele ataupun lelenya ke dalam kolam. Tunggu hingga kolam membentuk lumut dan fitoplankton yang dapat menetralkan air di dalam kolam supaya tidak cepat keruh. Satu lagi, dalam membuat kolam lele usahakan dalam, karena lele tidak begitu suka dengan sinar matahari. Kalau kolamnya dalam, memungkinkan lele bersembunyi dari sinar matahari.

2. Memilih Bibit Unggul

Pilihlah bibit lele unggul


Dalam memilih bibit lele yang unggul tidak boleh dilakukan dengan asal. Ketika kamu memilih bibit lele sebaiknya kamu memperhatikan hal berikut ini.

  • Gesit dan agresif ketika diberi makan
  • Ukuran lele terlihat sama
  • Warna tubuh terlihat sedikit lebih terang (tidak terlalu gelap)
  • dan masih banyak lagi cirinya.
Kenapa harus memilih bibit unggul? alasanya adalah supaya lele tidak mudah terserang penyakit, sehat, dan ukurannya besar. Sehingga itu akan sangat menguntungkan kamu ketika jual di pasar.


3. Memisahkan Lele Kecil Dengan Lele Besar

Memisahkan lele kecil dengan lele besar

Ikan lele termasuk hewan kanibal, dimana ia akan memakan sesamanya yang ukurannya jauh lebih kecil. Maka dari itu kamu wajib memisahkan ukuran lele yang kecil dengan lele ukuran yang jauh lebih besar sehingga lele yang besar tidak akan memakan lele yang lebih kecil. Kalau lele yang kecil dimakan, maka otomatis penghasilan kamu akan berkurang dong. Jadi kamu wajib melakukan hal ini.

4.  Proses Menebar Bibit

Menebar bibit lele tidak boleh asal


Kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh peternak pemula adalah ketidaktahuannya teknik dalam menebar bibit ke dalam kolam. Ketika kamu membeli lele pasti terbungkus oleh sesuatu dan dinaikkan ke kendaraan, pastinya itu membuat guncangan yang cukup membuat bibit lele stress. Apabila kamu asal menaruh bibit lele yang baru dibeli langsung ke kolam, maka bisa memungkinkan bibit lele yang tadinya stress karena guncangan menjadi mati karena kaget dengan pH air yang berbeda dari tempat ia tinggal sebelumnya (tempat kamu membeli bibit lele). Oleh karena itu kamu wajib perhatikan cara di bawah ini.
Note: Jangan pernah menebar bibit lele pada siang hari!
  • Masukkan bibit lele ke dalam jerigen ataupun ember
  • Kemudian apungkan jerigen atau ember tersebut di atas kolam yang nantinya akan dimasukkan bibit lele. Apungkan selama 10-15 menit dengan tujuan supaya bibit lele terbiasa dengan suhu kolamnya nanti.
  • Jika menggunakan jerigen silahkan buka tutup jerigen supaya nanti air kolam bisa masuk, kemudian tenggelamkan jerigen atau ember perlahan-lahan ke dalam kolam supaya air di dalam jerigen dan air kolam bercampur.
  • Kemudian miringkan jerigen atau ember supaya bibit lele keluar dengan sendirinya. Biasanya lele yang sudah keluar dari jerigen atau ember ke dalam kolam sudah terbiasa dengan lingkungan barunya yaitu kolam yang kamu buat.
  • Lalukan penebaran bibit pada pagi ataupun malam hari. Kenapa? karena pagi dan malam hari dimana keadaan air kolam sedang dingin (netral). Tidak seperti siang yang dimana air kolam sedang panas-panasnya yang dapat membuat bibit lele stress.
5. Penyortiran Berkala

Menyortir lele kecil dengan lele besar


Selama 20 hari sekali, pantau terus kolam dan pisahkan antara lele kecil dan lele besar supaya lele yang kecil dapat terurus dengan baik. Lele yang kecil biasanya kalah cepat dalam mengambil makan sehingga ia tumbuh lebih kecil dibandingkan yang lainnya. Sehingga dengan penyortiran ini, kamu bisa memisahkan lele yang kecil ke tempat lain dan kemudian kamu berikan makan sedikit lebih banyak dibandingkan dengan yang sudah besar, dengan tujuan supaya pertumbuhannya bisa lebih cepat dan siap dijual. Penyortiran ini juga dapat mencegah lele yang kecil dimakan oleh yang lebih besar seperti yang sudah dijelaskan pada poin nomor 3.

6. Mengatur Kualitas Air di Dalam Kolam

Memperhatikan kualitas air kolam


Air yang bagus bagi lele adalah keruh dan mengandung warna hijau mudah bening yang dimana warna hijau tersebut berarti mengandung plankton yang merupakan makanan alami bagi lele. Walaupun lele terbilang sangat suka dengan air keruh, namun kamu tidak boleh asal mencampurkan air ke dalam kolam karena jika air tersebut mengandung bakteri maka lele akan mudah terserang penyakit dan akhirnya mati. Jika sudah begitu bisa dibilang gagal panen.

7. Pemberian Pakan Lele

Memberi lele makan


Walaupun air sudah mengandung plankton yang menjadi makanan alami lele, ada baiknya juga kamu memberikan makanan yang mengandung nutri penting bagi lele tersebut. Kamu bisa memberi lele pakan jenis sentrat 781-1 yang dimana mengandung nutri baik bagi lele seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan juga mineral. Waktu yang baik untuk memberi makan lele adalah 3 kali sehari yaitu pada jam 7 pagi, jam 5 sore, dan jam 10 malam. Perlu diingat bahwa memberi makan lele tidak boleh terlalu banyak, karena jika makanan itu tidak habis dan mengendap di air, maka akan menimbulkan bakteri yang dapat membuat lele sakit.

8. Memberi Antibiotik Pada Bibit Lele

Memberi antibiotik pada bibit lele sebelum ditebar


Makhluk hidup tidak bisa terlepas dari yang namanya penyakit, terutama lele yang tinggal di air keruh. Oleh karena itu kamu perlu memperhatikan kesehatan lele dengan cara memberi probiotik yang dapat kamu beli di toko perikanan supaya dapat mencegah bibit lele terserang penyakit.

Cara memberi anti biotik pada bibit lele:
  • Masukkan seluruh bibit lele ke dalam wadah berukuran sedang (tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil) kemudian masukkan air ke dalam wadah. Bisa menggunakan ember ukuran besar.
  • Campurkan air di dalam ember dengan probiotik dan pastikan merata.
  • Tunggu hingga 15 menit hingga probiotiknya melekat pada kulit bibit lele.
  • Bibit lele siap ditebar ke dalam kolam (pastikan caranya benar).

Biasanya pemberian antibiotik ini dilakukan sebelum bibit lele di taruh ke dalam kolam. Oh ya, pinggiran kolam lele wajib kamu kasih penghalang supaya hewan liar tidak dapat masuk ke kolam lele yang dapat mengakibatkan lele stress berat.


Itu tadi merupakan tips dan trik bisnis budidaya ikan lele supaya dapat menguntungkan. Kamu wajib memperhatikan keseluruhan tips di atas supaya tidak terjadi kegagalan ketika beternak lele. Jika kamu ataupun teman kamu ingin beternak lele, beritahukan artikel ini supaya tidak ada kesalahan fatal ketika melakukan budidaya lele. 

Sekian artikel tentang bisnis lele, semoga kamu sukses menerapkannya. Sampai jumpa lagi di artikel berikutnya hanya di amtread.com.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar